← kembali
Sudah cair kah jatah bulananmu
Beban yang terpikul di belakang tengkuk
Berapa lama kamu tahan
Berapa biaya kamu bayar
 
Dan rupanya algoritmia belum juga puas menghisap cairan korteksmu
Cairan abu abu yang menimbun mimpi dan keterpurukan
Menimbun asa dan keputusan putus asa
Ia keluar melalui tengkorak mata, seperti sumsum yang tersedot lewat pupil
Membuat kelopaknya berat dan tebal enggan menatap sesamanya
 
Coba cek lubang pembuangan air di kamar mandi
Masih kah ia tersumbat helaian rambutmu yang makin rontok
 
Coba cek rekeningmu sekarang
 
Sudah kah cair dan bertambah daya hidupmu
Sudah kah berkurang jarak antara dirimu dan kebebasan
 
Karena tiap malam nenek kita mendoakan dada cucu cucunya
Agar tabah dan lapang. Makin tabah dan makin lapang
Agar luas lebar bak samudera dan angkasa
Agar mampu memuat darah keringat dan segala isinya sambil bilang amin
 
"Amin"
 
Susun alasanmu bongkah demi bongkah hingga tinggi ia jadi bangunan
Gali tanahnya sedalam mungkin dan tancapkan tiang fondasinya di sana
Panji panji deklarasi yang kokoh menyatakan yang baik adalah yang ini
Kemudian berangkatlah dirimu berpetualang mengeruk dan menangkap
Menarik nilai dan membawanya ke dalam kastil jadi jadiannmu
 
Jika sudah makmur dan berkilau mahkota di kepalamu
Jika sudah purbaya busung dadamu
 
Tinggallah kamu naik ke atas menara
Dan menyalak keras keras setiap ada yang terlihat ingin mencuri
 
"Guk guk guk"

guk guk guk

November 2025 · ID