welcoming the helpless inevitable despair of life
bayangkan
tangisan seorang soleh dalam sujudnya di tengah malam
meminta ampun, mempertanyakan
"mengapa kau biarkan hati ini jatuh pada wanita lain"
wanita yang bukan istrinya
bayangkan
tulisan seorang bijak yang menahan perih sepi
dari fajar hingga senja hidupnya
buntu pada kontemplasi mengenai makna kepedihan ini
berharap diawasi, didoakan, diridhoi, oleh yang lebih
bayangkan
serpihan jiwa seorang pejuang
habis dicabik-cabik kejinya pengkhianatan
memusing dalam dasar sumur yang kering nan gelap
mengais memori, tanpa tahu apa yang dicari
bayangkan
nestapa hati seorang ibu yang ditinggal mati anaknya
bayangkan
segala kemungkinan terburuk
dan percayalah bahwa hal tersebut pasti telah terjadi
pada seseorang
yang hidup di bumi yang sama kau pijak
dan akan terjadi. lagi dan lagi.
maka rentangkan tanganmu dan sambutlah ia
meranalah
bayangkan
Januari 2022 · BI